<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kaya Duit </title>
	<atom:link href="http://cinta-duit.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cinta-duit.com</link>
	<description>Kaya Hati Kaya Duit, Muslim Harus Kaya, Motivasi Sukses Bahagia, Motivasi Sukses Islami, Motivasi Cinta Islami</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Apr 2013 01:41:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>BUKTI SAINS BERJILBAB ITU SEHAT</title>
		<link>http://cinta-duit.com/2013/04/bukti-sains-berjilbab-itu-sehat/</link>
		<comments>http://cinta-duit.com/2013/04/bukti-sains-berjilbab-itu-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2013 03:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Salim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Muslimah Sholihah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cinta-duit.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bismillahirrahmanirrahim,</p> <p>Mengenakan jilbab atau kerudung bagi muslimah merupakan pelindung kulit yang paling ampuh, bahkan melebihi keampuhan SPF-15. &#8220;Penelitian itu saya lakukan tahun 2001,&#8221; kata Pegiat  … <a href="http://cinta-duit.com/2013/04/bukti-sains-berjilbab-itu-sehat/"> Continue reading <span class="meta-nav">&#8594; </span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrahmanirrahim,</p>
<p>Mengenakan jilbab atau kerudung bagi muslimah merupakan pelindung kulit yang paling ampuh, bahkan melebihi keampuhan SPF-15. &#8220;Penelitian itu saya lakukan tahun 2001,&#8221; kata Pegiat di Yayasan &#8220;Kita dan Buah Hati&#8221; dr Dewi Inong Irana, Sp.KK melalui pernyataan Humas Institut Pertanian Bogor, Sabtu. Menurut dokter yang sejak tahun 1983 memakai busana Muslimah secara sempurna itu, seiring dengan bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan kulit pada perempuan.</p>
<p><a href="http://cinta-duit.com/wp-content/uploads/2013/04/balitaberjilbab.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-175" alt="balitaberjilbab" src="http://cinta-duit.com/wp-content/uploads/2013/04/balitaberjilbab-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Ia menjelaskan, perubahan kulit tersebut di antaranya kelembaban dan kolagen berkurang, kulit menjadi kering, timbul kerut dalam otot, perubahan warna dan regenerasi sel kulit melambat. &#8220;Jadi, kaum ibu juga perlu memperhatikan faktor perusak kulit yakni sinar ultra violet, rokok, alkohol, kosmetik mengandung bahan kimia berbahaya, garam, gizi tidak seimbang dan stres,&#8221; katanya.</p>
<p>Dikemukakannya bahwa salah satu cara menjaga kulit adalah menghindari sinar matahari, mengoleskan pelembab, makan makanan gizi seimbang, cukup istirahat, olah raga teratur, hindari stres dan rawat kulit secara teratur.</p>
<p>Kemudian dari situs stunninghijab.com membagikan berbagai manfaat kesehatan berdasarkan beberapa penelitian ilmiah yang ada.</p>
<p>( Radiasi matahari )<br />
Seperti yang telah diketahui, sinar ultraviolet matahari dinilai berbahaya jika mengenai kulit dalam waktu tertentu. Berbagai masalah kesehatan akibat sinar UV tersebut antara lain adalah kulit keriput, kerusakan mata, hingga kanker kulit.</p>
<p>Para ahli kesehatan kemudian memperingatkan orang-orang untuk menggunakan sunblock demi melindungi kulit mereka. Namun saran terbaik sebenarnya adalah memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Sebagai informasi tambahan, pakaian yang terang dan gelap cenderung mampu merefleksikan sinar UV daripada pakaian yang berwarna pastel.</p>
<p>( Udara panas )<br />
Hampir sama seperti matahari, udara panas juga membawa dampak buruk bagi kesehatan, khususnya pada otak. Jadi ketika udara sedang sangat panas dan seseorang harus keluar rumah, ahli kesehatan menyarankan untuk memakai pakaian yang bisa melindungi diri. Terutama pada bagian mata, kepala, dan leher untuk mengurangi risiko kesehatan yang menyerang otak.</p>
<p>( Udara dingin )</p>
<p>Tubuh yang terkena suhu dingin terlalu lama akan membuat seseorang menderita demam, flu, rasa ngilu, dan gemetaran pada tubuh. Tes kesehatan kemudian membuktikan bahwa 40-60 persen panas tubuh menurun akibat udara yang terlalu dingin. Sehinga orang-orang disarankan menutup kepala dan tubuhnya dengan pakaian tebal demi menjaga panas tubuh tersebut.</p>
<p>( Higienis )</p>
<p>Sementara itu, untuk pekerjaan tertentu, ada peraturan menutup kepala demi menjaga kebersihan di lingkungan pekerjaan. Misalnya perawat, pekerja di restoran cepat saji, klinik, dan yang lainnya. Penutup kepala diharapkan bisa mencegah kontaminasi dan penyebaran virus maupun infeksi.</p>
<p>Itulah berbagai manfaat kesehatan dari memakai hijab. Jika Anda juga salah seorang yang menggunakannya, sebaiknya jaga kesehatan rambut meskipun sepanjang hari kepala selalu tertutup dengan hijab.</p>
<p>ALLAH SWT. memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya untuk kebaikan manusia. Dan setiap yang benar-benar manfaat dan diperlukan manusia dalam kehidupannya, pasti disyariatkan atau diperintahkan oleh-Nya. Diantara perintah Allah itu adalah berjilbab bagi wanita muslimah. Berikut ini beberapa manfaat berjilbab menurut Islam dan ilmu pengetahuan.</p>
<p>1. Selamat dari adzab Allah (adzab neraka)</p>
<p>“Ada dua macam penghuni neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh” (HR. Muslim).</p>
<p>Imam An-Nawawi ra. menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.</p>
<p>“Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.</p>
<p>2. Terhindar dari pelecehan</p>
<p>Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku mereka sendiri. Karena wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,</p>
<p>“Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari).</p>
<p>Jikalau wanita pada jaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanita pada jaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, maka bagaimana wanita pada jaman sekarang? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara Eropa (wanitanya tidak berjilbab).</p>
<p>3. Memelihara kecemburuan laki-laki</p>
<p>Sifat cemburu adalah sifat yang telah Allah SWT tanamkan kepada hati laki-laki agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya. Cemburu merupakan sifat terpuji dalam Islam.</p>
<p>“Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya.” (HR. Muslim).</p>
<p>Bila jilbab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki akan hilang. Sehingga jika terjadi pelecehan tidak ada yang akan membela.</p>
<p>4. Akan seperti bidadari surga</p>
<p>“Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56).</p>
<p>“Mereka laksana permata yakut dan marjan.”(QS.Ar Rahman: 5).</p>
<p>“Mereka laksan telur yang tersimpan rapi.”(QS.Ash Shaffaat: 49).</p>
<p>Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa dirumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga.</p>
<p>Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga.</p>
<p>5. Mencegah penyakit kanKer kulit</p>
<p>KanKer adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubah sifatnya. Kanser kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang disebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya.</p>
<p>Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanser kulit adalah dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan berjilbab. Karena dengan berjilbab, kita melindungi kulit kita dari sinar UV. Melindungi tubuh bukan dengan memakai kerudung gaul dan baju ketat. Kenapa? Karena hal itu percuma saja. Karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat apalagi pakaian transparan. Berjilbab disini haruslah sesuai kriteria jilbab.</p>
<p>6. Memperlambat gejala penuaan</p>
<p>Penuaan adalah proses alamiah yang sudah pasti dialami oleh semua orang yaitu lambatnya proses pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam tubuh. Gejala-gejala penuaan antara lain adalah rambut memutih, kulit keriput, dan lain-lain.</p>
<p>Penyebab utama gejala penuaan adalah sinar matahari. Sinar matahari memang penting bagi pembentukan vitamin Dyang berperan penting terhadap kesehatan kulit. Namun, secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa sinar matahari merangsang melanosit (sel-sel melanin) untuk mengeluarkan melanin, akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin. Jaringan kolagen dan elastin berperan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit.</p>
<p>Krim-krim pelindung kulit pun tidak mampu melindungi kulit secara total dari sinar matahari. Sehingga dianjurkan untuk melindungi tubuh dengan jilbab.</p>
<p>Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah. Dan jilbab pun memiliki manfaat. Ternyata tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya. Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.</p>
<p>Ternyata jilbab tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya.</p>
<p>Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanser dan proses penuaan.</p>
<p>Sumber : Mutiara Muslimah Sholihah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cinta-duit.com/2013/04/bukti-sains-berjilbab-itu-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa Nabi Daud as Memohon Cinta Allah</title>
		<link>http://cinta-duit.com/2013/04/doa-nabi-daud-as-memohon-cinta-allah/</link>
		<comments>http://cinta-duit.com/2013/04/doa-nabi-daud-as-memohon-cinta-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2013 01:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Salim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cinta Allah]]></category>
		<category><![CDATA[doa mohon Cinta Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Keutamaan doa dan dzikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cinta-duit.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[<p>Nabi Daud <i>’alihis-salaam </i>merupakan seorang hamba Allah yang sangat rajin beribadah kepada Allah. Hal ini disebutkan langsung oleh Nabi Muhammad<em> shollallahu ’alaih wa sallam</em>. Nabi  … <a href="http://cinta-duit.com/2013/04/doa-nabi-daud-as-memohon-cinta-allah/"> Continue reading <span class="meta-nav">&#8594; </span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Nabi Daud <i>’alihis-salaam </i>merupakan seorang hamba Allah yang sangat rajin beribadah kepada Allah. Hal ini disebutkan langsung oleh Nabi Muhammad<em> shollallahu ’alaih wa sallam</em>. Nabi Daud <i>’alihis-salaam </i>sangat rajin mendekatkan diri kepada Allah. Beliau sangat rajin memohon kepada Allah agar dirinya dicintai Allah. Beliau sangat mengutamakan cinta Allah lebih daripada mengutamakan dirinya sendiri, keluarganya sendiri dan air dingin yang bisa menghilangkan dahaga musafir dalam perjalanan terik di tengah padang pasir.  Inilah penjelasan Nabi Muhammad <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> mengenai doa Nabi Daud tersebut:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i> </i></p>
<p><i>Rasulullah </i><em>shollallahu ’alaih wa sallam</em><i> bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam </i><i>ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah</i><em> shollallahu ’alaih wa sallam</em><i> mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” </i><i>(HR Tirmidzi 3412) </i></p>
<p><i> <img alt="apa-cinta-itu" src="http://www.lirboyo.net/wp-content/uploads/2013/03/apa-cinta-itu1.jpg" width="420" height="336" /></i></p>
<p>Setidaknya terdapat empat hal penting di dalam doa ini. <i>Pertama</i>, <b><i>Nabi Daud ’alihis-salaam </i></b><b><i>memohon cinta Allah</i></b>. Beliau sangat faham bahwa di dunia ini tidak ada cinta yang lebih patut diutamakan dan diharapkan manusia selain daripada cinta yang berasal dari Allah <i>Ar-Rahman Ar-Rahim</i> (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Apalah artinya seseorang hidup di dunia mendapat cinta manusia –bahkan seluruh manusia- bilamana Allah tidak mencintainya. Semua cinta yang datang dari segenap manusia itu menjadi sia-sia sebab tidak mendatangkan cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebaliknya, apalah yang perlu dikhawatirkan seseorang bila Allah mencintainya sementara manusia –bahkan seluruh manusia- membencinya. Semua kebencian manusia tersebut tidak bermakna sedikitpun karena dirinya memperoleh cinta Allah Yang Maha  Pengasih lagi Maha Penyayang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebab itulah Nabi Daud <i>’alihis-salaam </i>tidak menyebutkan dalam awal doanya harapan akan cinta manusia. Beliau mendahulukan cinta Allah di atas segala-galanya. Beliau sangat menyadari bahwa bila Allah telah mencntai dirinya, maka mudah saja bagi Allah untuk menanamkan cinta ke dalam hati manusia terhadap Nabi Daud <i>’alihis-salaam</i>. Tetapi bila Allah sudah mebenci dirinya apalah gunanya cinta manusia terhadap dirinya. Sebab cinta manusia terhadap dirinya tidak bisa menjamin datangnya cinta Allah kepada Nabi Daud <i>’alihis-salaam</i>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i>Dari Nabi</i><em> shollallahu ’alaih wa sallam</em><i> beliau bersabda: “Bila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah berseru kepada Jibril: “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia.” Jibrilpun mencintainya. Kemudian Jibril berseru kepada penghuni langit: ”Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka kalian cintailah dia.” Penghuni langitpun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah cinta penghuni bumi kepadanya.” (HR Bukhary 5580)</i></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i>Kedua</i>, <b><i>Nabi Daud ’alihis-salaam</i></b><i> <b>memohon kepada Allah cinta orang-orang yang mencintai Allah</b></i><b>. </b>Sesudah mengharapkan cinta Allah lalu Nabi Daud <i>’alihis-salaam </i>memohon kepada Allah kasih-sayang dari orang-orang yang mencintai Allah, sebab orang-orang tersebut tentunya adalah orang-orang beriman sejati yang sangat pantas diharapkan cintanya.</p>
<p>Hal ini sangat berkaitan dengan <i>Al-Wala’ dan Al-Bara’ </i>(loyalitas dan berlepas diri).  Yang dimaksud dengan<i>  Al-Wala’ </i> ialah memelihara loyalitas kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman. Sedangkan yang dimaksud dengan <i>Al-Bara’</i> ialah berlepas diri dari kaum kuffar dan munafiqin. Karena loyalitas mu’min hendaknya kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman, maka Nabi Daud <i>’alihis-salaam</i> berdoa agar dirinya dipertemukan dan dipersatukan dengan kalangan sesama orang-orang beriman yang mencintai Allah. Dan ia sangat meyakini akan hal ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i>Sesungguhnya Rasulullah </i><em>shollallahu ’alaih wa sallam</em><i> bersada: “Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. </i><i>Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.” (HR muslim 4773)</i></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i>Ketiga</i>, <b><i>Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan cinta Allah</i></b>. Setelah memohon cinta Allah kemudian cinta para pecinta Allah, selanjutnya Nabi Daud <i>’alihis-salaam</i> memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan dan amal kebaikan yang mendatangkan cinta Allah. Ia sangat khawatir bila melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan murka Allah. Beliau sangat khawatir bila berbuat dengan hanya mengandalkan perasaan bahwa Allah pasti mencintainya bila niat sudah baik padahal kualitas dan pelaksanaan ’amalnya bermasalah. Maka Nabi Daud <i>’alihis-salaam</i> sangat memperhatikan apa saja perkara yang bisa mendatangkan cinta Allah pada dirnya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah mencintai <i>Ash-Shobirin</i> (orang-orang yang sabar). Siapakah<i> </i>yang dimaksud dengan <i>Ash-Shobirin</i>? Apa sifat dan perbuatan mereka sehingga menjadi dicintai Allah?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i>”Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran ayat 146)</i></p>
<p align="center"><i> </i></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i>Keempat</i>, <b><i>Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar menjadikan cinta Allah sebagai hal yang lebih dia utamakan daripada dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin</i></b>. Kemudian pada bagian akhir doa ini Nabi Daud <i>’alihis-salaam</i> kembali menegaskan betapa beliau sangat peduli dan mengutamakan cinta Allah. Sehingga beliau sampai memohon kepada Allah agar cinta Allah yang ia dambakan itu jangan sampai kalah penting bagi dirinya daripada cinta dirinya terhadap dirinya sendiri, terhadap keluarganya sendiri dan terhadap air dingin.</p>
<p>Mengapa di dalam doanya Nabi Daud <i>’alihis-salaam</i> perlu mengkontraskan cinta Allah dengan cinta dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin? Sebab kebanyakan orang bilamana harus memilih antara mengorbankan diri dan keluarga dengan mengorbankan prinsip hidup pada umumnya lebih rela mengorbankan prinsip hidupnya. Yang penting jangan sampai diri dan keluarga terkorbankan. Kenapa air dingin? Karena air dingin merupakan representasi kenikmatan dunia yang indah dan menggoda. Pada umumnya orang rela mengorbankan prinsip hidupnya asal jangan mengorbankan kelezatan duniawi yang telah dimilikinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi bagian terakhir doa Nabi Daud <i>’alihis-salaam</i> mengandung pesan <em>pengorbanan</em>. Ia rela mengorbankan segalanya, termasuk dirinya sendiri, keluarganya sendiri maupun kesenangan duniawinya asal jangan sampai ia mengorbankan cinta Allah. Ia amat mendambakan cinta Allah. Nabi Daud <i>’alihis-salaam</i> sangat faham maksud Allah di dalam Al-Qur’an:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i>“Katakanlah: &#8220;Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.&#8221; </i><i>Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS At-Taubah ayat 24)</i></p>
<p>http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/doa-nabi-daud-as-memohon-cinta-allah.htm#.UVnJyzdw4gs</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cinta-duit.com/2013/04/doa-nabi-daud-as-memohon-cinta-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam agama Damai</title>
		<link>http://cinta-duit.com/2013/03/islam-agama-damai/</link>
		<comments>http://cinta-duit.com/2013/03/islam-agama-damai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2013 09:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Salim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Agama Sempurna]]></category>
		<category><![CDATA[slam Agama Damai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cinta-duit.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[<p>Oleh: Sholih Hasyim<br /> (Anggota Dewan Syura Hidayatullah)</p> <p>Sepuluh hari berlalu dari bulan Ramadhan tahun 8 Hijriah. Sepuluh ribu pasukan Islam, dipimpin oleh panglima tertinggi  … <a href="http://cinta-duit.com/2013/03/islam-agama-damai/"> Continue reading <span class="meta-nav">&#8594; </span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Sholih Hasyim<br />
(Anggota Dewan Syura Hidayatullah)</p>
<p>Sepuluh hari berlalu dari bulan Ramadhan tahun 8 Hijriah. Sepuluh ribu pasukan Islam, dipimpin oleh panglima tertinggi kaum Muslim, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW), bergerak meninggalkan Madinah menuju Makkah. Mereka ingin membebaskan Makkah dari penguasaan kaum kafir.</p>
<p>Ketika sampai di Marru Zahran, hari sudah masuk malam. Sang panglima memerintahkan pasukannya untuk menyalakan obor. Dalam sekejap lembah itu terang benderang.</p>
<p>Kebetulan saat itu tiga anggota pasukan kafir Quraisy, Abu Sufyan bin Harb (yang belum memeluk Islam), Hakim bin Hizam, dan Budail bin Warqo’, sedang mengintai lembah tersebut untuk mencari berita. Manakala ribuan obor tiba-tiba menyala, terkejutlah mereka. “Siapa yang menyalakan obor-obor tersebut?” begitu pikir mereka.</p>
<p>Ketiga orang tersebut langsung mengetahui bahwa pasukan Muslim lah yang menyalakan obor-obor itu, ketika melihat Abbas bin Abdul Muthalib. Abbas pun memergoki dan mengenali ketiganya.<br />
Terjadilah dialog antara Abbas dan ketiga orang tersebut. Dari dialog tersebut tahulah Abu Sufyan bahwa Makkah sedang berada dalam ”ancaman” akan diduduki musuh.</p>
<p>Lalu, Abu Sufyan bertanya kepada Abbas. “Apa yang harus saya lakukan?”<br />
“Naiklah ke punggung hewan tungganganku ini. Aku akan membawamu ke hadapan Rasulullah (SAW) dan minta jaminan untukmu,” jawab Abbas.</p>
<p>Abu Sufyan segera menuruti perintah Abbas. Sedangkan kedua temannya kembali ke Makkah.<br />
Tak dinyana, Abu Sufyan tak diperlakukan selayaknya sebagai musuh oleh Rasulullah SAW. Kelembutan sang panglima tertinggi kaum Muslim ini meluluhkan hati Abu Sufyan. Ia pun menyatakan keislamannya.<br />
Pasukan Islam kemudian bergerak menuju Makkah. Tanpa perlawanan berarti, Makkah berhasil diduduki pasukan Muslim.<img alt="PENTINGNYA RASA CINTA" src="http://www.lirboyo.net/wp-content/uploads/2013/03/apa-cinta-itu1.jpg" width="150" height="150" /></p>
<p>Andaikan kaum Muslim saat itu ingin membalas sakit hati atas perlakuan keji penduduk Makkah yang menyiksa, memboikot, mengusir, menodai kaum Muslim dan keluarganya delapan tahun silam, pastilah orang-orang akan memakluminya. Namun, Rasulullah SAW justru memaafkan mereka.</p>
<p>Bahkan, Abu Sufyan, orang yang belum lama menyatakan keislamannya, justru diangkat namanya oleh Rasulullah SAW saat berpidato di hadapan penduduk Makkah. ”Siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan, dia aman. Siapa yang masuk ke Masjidil Haram, ia selamat. Antumuth thulaqaa (kalian semua bebas).”<br />
Pembebasan Makkah berlangsung damai, tanpa dendam dan pertumpahan darah. Kaum Muslim tak mau merendahkan musuh yang kalah. Dan, sekitar 2 ribu penduduk Makkah langsung mengucap kalimat syahadat.</p>
<p>Kata ‘As-Salam’</p>
<p>Islam, yang menjadi nama din (agama) kita, berasal dari kata as-Salam, artinya keselamatan, atau mencari jalan damai. Islam dan as-Salam secara sinergis menciptakan ketenteraman, kedamaian, keamanan, dan ketenangan.</p>
<p>As-Salam adalah salah satu prinsip yang ditanamkan Islam dalam jiwa pemeluknya, agar menjadi bagian penting dari kepribadiannya. Kehadiran Islam menyucikan kehidupan pemeluknya.<br />
Menurut Imam Asy-Syatibi, Islam hadir untuk menjaga dharuriyyatul khams (lima tujuan pokok) kehidupan: memelihara agama (din), jiwa, keturunan, harta, dan akal dari berbagai kontaminasi yang bisa merusaknya.<br />
Imam Qarrafy menambahkan jumlah yang lima di atas menjadi enam yaitu ”memelihara kehormatan diri” (hifzhul ‘irdh).</p>
<p>Itulah sebabnya Islam mengharamkan menggunjing (ghibah) dan menuduh orang berbuat zina (qadzfuzzina). Dalam sabdanya, Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa orang Islam itu haram darahnya, harga dirinya, dan hartanya atas orang Islam yang lain.</p>
<p>Di sini harga diri disandingkan dengan darah dan didahulukan atas harta. Bahkan, bukanlah seseorang dikatakan berperilaku sebagai seorang Muslim jika orang lain tidak selamat dari gangguan lisan dan tangannya.</p>
<p>Dengan selalu mengucapkan salam kepada sesama dan ber-mushafahah (saling berjabatan tangan) di samping bisa merontokkan dosa pelakunya, juga bisa melunakkan dan menjinakkan hati.<br />
Orang yang paling utama dan paling dekat kepada-Nya adalah orang yang apabila berjumpa dengan saudara Muslim yang dikenal maupun yang tidak dikenal, memulai dengan mengucapkan salam.<br />
Di medan perang, jika seorang pasukan melontarkan kata “salam” dari lidahnya, perang wajib dihentikan terhadapnya.<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) berfirman:</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu: “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia.. (An-Nisa [4] : 94).</p>
<p>Ketika Nabi SAW dan para sahabat pertama kali memasuki kota Madinah, beliau berkata, “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, jalinlah silaturrahim, shalat malam lah saat manusia sedang tidur, engkau akan masuk surga dengan damai.”<br />
Penghormatan Allah SWT kepada orang-orang beriman adalah dengan salam.</p>
<p>Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: Salam; dan dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka. (Al-Ahzab [33] : 44)</p>
<p>Penghormatan Malaikat kepada manusia di hari akhirat juga dengan salam.</p>
<p>(yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum” (salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada kalian atas kesabaran kalian). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (Ar-Ra’du [13]: 23-24)</p>
<p>Nama tempat tinggal orang-orang shaleh di surga adalah Darul Amn was Salam (tempat aman dan damai).</p>
<p>Bagi mereka (disediakan) darussalam (syurga) pada sisi Tuhannya dan dialah pelindung mereka disebabkan amal-amal shalih yang selalu mereka kerjakan. (Al-Anam [6] : 127)</p>
<p>Allah SWT menyeru manusia kepada Darus Salam (tempat tinggal yang penuh kedamaian). Ini sesuai firman Allah SWT:</p>
<p>Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). (Yunus [10] : 25)</p>
<p>Para penduduk surga tidak pernah mendengar ucapan dan tidak berbicara selain salam (kedamaian). Allah SWT berfirman:</p>
<p>Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. Akan tetapi mereka mendengar Ucapan salam. (Al-Waqiah [56]: 25-26)</p>
<p>Berbagai pengulangan kata “salam” dalam ayat dan cerita di atas hendaknya bisa membangunkan jiwa, mencerdaskan pikiran, dan menggerakkan badan agar kita, kaum Muslim, bersemangat mewujudkan perdamaian di tengah-tengah kehidupan. Tak ada alasan untuk menolak hal ini.</p>
<p>Dan, fakta dalam sejarah menunjukkan, Islam sebagai agama dakwah (dinud da’wah wal intisyar) tersebar ke seluruh dunia lewat amal, akhlak, dan perilaku penyerunya yang membawa kedamaian.</p>
<p>Kalau pun kaum Muslim ketika masa Rasulullah SAW dan para sahabat kerap melakukan perang, itu bukanlah atas dasar kebencian dan permusuhan, namun lebih atas alasan pembebasan.</p>
<p>Sayangnya kini, dinding paling tebal yang membatasi Islam dengan masyarakat dunia adalah kaum Muslim itu sendiri. Keindahan Islam sebagai agama pembebas dan agama yang damai seolah-olah hanya berada dalam kitab-kitab sejarah.</p>
<p>Ambisi telah menenggelamkan makna damai dalam Islam. Justru yang tampak kini adalah keangkuhan demi memenuhi ambisi pribadi dan kelompok tadi.<br />
Dan,orang-orang yang tak suka dengan Islam akan mencibir, “Mengapa kedamaian tak tampak pada pemeluk agama yang damai ini?”</p>
<p>Wallahu A’lam bish Shawab.***SUARA HIDAYATULLAH APRIL 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cinta-duit.com/2013/03/islam-agama-damai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjauhi Musyrik</title>
		<link>http://cinta-duit.com/2013/03/menjauhi-musyrik/</link>
		<comments>http://cinta-duit.com/2013/03/menjauhi-musyrik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2013 09:40:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Salim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[iman dan istiqamah]]></category>
		<category><![CDATA[larangan musyrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cinta-duit.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[<p><em>Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman  … <a href="http://cinta-duit.com/2013/03/menjauhi-musyrik/"> Continue reading <span class="meta-nav">&#8594; </span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”</em>  (QS Lukman : 13)</p>
<p>Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai bahaya syirik yang merupakan dosa paling berat di antara dosa-dosa besar yang lainnya.</p>
<p><em>“Perhatikanlah kalian dosa besar yang paling berat! (Beliau mengulangnya sampai tiga kali). Yaitu syirik (menyekutukan Allah), menentang kedua orang tua , dan nenbuat kesaksian palsu atau perkataan palsu.</em>” (HR Muslim )</p>
<p>Dalam al Qur’an ( An-Nisa 48 dan 116 ) dinyatakan bahwa Allah SWT tidak akan mengampuni dosa akibat syirik, teapi mungkin mengampuni dosa lain bagi siapa yang dikehendaki-Nya . Masalah dosa itu sendiri dalam ajaran Islam dapat tiga kategori : dosa besar yang tidak terampuni, dosa besar yang masih dapat terampuni , dan dosa kecil yang dpat terhapus karena rajin beribadah dan banyak berbuat kebajikan .  Syirik merupakan dos yang tak terampuni . Karena itu , Lukman Hakim berwasiat kepada anaknya seperti yang sudah tercantum di awal tulisan di atas.</p>
<p><em>Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”</em>  (QS Lukman : 13)</p>
<p>Al Qur’an lebih jauh mengingatkan , syirik pasti akan menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan yang tidak ada ujungnya.</p>
<p><em>Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.</em> (An-Nisa:116)</p>
<p>Kemusyikan menampilkan corak yang beragam di setiap zaman. Syirik dalam bentuk penyembahan kepada ‘tuhan’ selain Allah, atau meyakini bahwa benda dan manusia mempunyai sifat ketuhanan lebih banyak dijumpai pada individu dan myarakat yang belum disentuh ajaran Islam. Sedangkan kini , fenomeno kemusyrikan yang cukup banyak ditemukan di masyarakat adalah mempercayai keterangan-keterangan gaib atau mistik, praktek perdukunan , klenik, jimat (penangkal) dan sejenisnya. Dalam hal ini , Islam memandang bahwa semua itu merupakan perbuatan syirik , dan karenanya harus dijauhi oleh setiap Muslim.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda , <em>“Barang siapa memakai jimat, maka sesungguhnya dia telah syirik.” (HR Ahmad)</em></p>
<p>Fenomena kemusyikan pada manusia modern tidak mesti selalu dikaitkan dengan perbuatan ritual sebagaimana dalam tradisi paganisme. Menurut ulama kontemporer Syeh Muhammad Al-Ghhazali, jika seseorang lebih mencintai yang lain daripada mencintai Allah, lebih menakuti sesama manusia daripada takut kepada Allah, hatinya lebih terpaut kepada manusia daripada terpaut kepada Allah, apabiala perbuatan yang dikerjakannya lebih mengharapkan keridhaan manusia daripada mengharap pahala akhirat, apabila ditimpa sesuatu musibah maka ingatannya kepada manusia lebih dulu daripada kepada Allah, selanjutnya bila mendapat kepaikan puji-pujiannya kepada manusia lebih cepat daripada kesyukurannya kepada Allah, maka ketahuilah orang itu telah jauh dalam kemusyikan.</p>
<p>Wallahu a’lam.</p>
<p>Sumber  : Hikmah Lembar Jum”at Ikadi Kota Kediri Edisi 135</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cinta-duit.com/2013/03/menjauhi-musyrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Cinta dan Kebesaran Hati Salman Al Farisi</title>
		<link>http://cinta-duit.com/2013/03/kisah-cinta-dan-kebesaran-hati-salman-al-farisi/</link>
		<comments>http://cinta-duit.com/2013/03/kisah-cinta-dan-kebesaran-hati-salman-al-farisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2013 09:38:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Salim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Cinta Sahabat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cinta-duit.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[<p>“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” [HR Bukhari]</p> <p>Salman al Farisi adalah salah seorang  … <a href="http://cinta-duit.com/2013/03/kisah-cinta-dan-kebesaran-hati-salman-al-farisi/"> Continue reading <span class="meta-nav">&#8594; </span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” [HR Bukhari]</p></blockquote>
<p>Salman al Farisi adalah salah seorang sahabat Nabi saw yang berasal dari Persia. Salman sengaja meninggalkan kampung halamannya untuk mencari cahaya kebenaran. Kegigihannya berbuah hidayah Allah dan pertemuan dengan Nabi Muhammad saw di kota Madinah. Beliau terkenal dengan kecerdikannya dalam mengusulkan penggalian parit di sekeliling kota Madinah ketika kaum kafir Quraisy Mekah bersama pasukan sekutunya datang menyerbu dalam perang Khandaq.</p>
<p>Berikut ini adalah sebuah kisah yang sangat menyentuh hati dari seorang Salman Al Farisi: tentang pemahamannya atas hakikat cinta kepada perempuan dan kebesaran hati dalam persahabatan.</p>
<p>Salman Al Farisi sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mu’minah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai pacar. Tetapi sebagai sebuah pilihan untuk menambatkan cinta dan membangun rumah tangga dalam ikatan suci.</p>
<p>Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah, pelamaran.</p>
<p>Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang telah dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.</p>
<p>”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Keduanya tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.</p>
<p>”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abu Darda’ berbicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.</p>
<p>”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.”</p>
<p>Abu Darda dan Salman menunggu dengan berdebar-debar. Hingga sang ibu muncul kembali setelah berbincang-bincang dengan puterinya.</p>
<p>”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”</p>
<p><img title="patah-hati-islam-obatnya" alt="patah-hati-islam-obatnya" src="http://blog.al-habib.info/wp-content/uploads/2012/03/patah-hati-islam-obatnya-85x85.jpg" width="85" height="85" /></p>
<p>Keterusterangan yang di luar kiraan kedua sahabat tersebut. Mengejutkan bahwa sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya. Bayangkan sebuah perasaan campur aduk dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran. Ya, bagaimanapun Salman memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya.</p>
<p>Namun mari kita simak apa reaksi Salman, sahabat yang mulia ini:</p>
<p>”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”</p>
<p>Betapa indahnya kebesaran hati Salman Al Farisi. Ia begitu faham bahwa cinta, betapapun besarnya, kepada seorang wanita tidaklah serta merta memberinya hak untuk memiliki. Sebelum lamaran diterima, sebelum ijab qabul diikrarkan, tidaklah cinta menghalalkan hubungan dua insan. Ia juga sangat faham akan arti persahabatan sejati. Apalagi Abu Darda’ telah dipersaudarakan oleh Rasulullaah saw dengannya. Bukanlah seorang saudara jika ia tidak turut bergembira atas kebahagiaan saudaranya. Bukanlah saudara jika ia merasa dengki atas kebahagiaan dan nikmat atas saudaranya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a title="kisah cinta Salman al Farisi" href="http://cinta-duit.com/2012/08/kisah-cinta-dan-kebesaran-hati-salman-al-farisi/" target="_blank">Semoga kita bisa mengambil hikmah</a> dari <a title="Kisah Salman Al Farisi" href="http://blog.al-habib.info/id/2012/03/kisah-cinta-dan-kebesaran-hati-salman-al-farisi/" target="_blank">kisah Salman ini.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cinta-duit.com/2013/03/kisah-cinta-dan-kebesaran-hati-salman-al-farisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENTINGNYA RASA CINTA</title>
		<link>http://cinta-duit.com/2013/03/pentingnya-rasa-cinta/</link>
		<comments>http://cinta-duit.com/2013/03/pentingnya-rasa-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 01:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Salim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[PENTINGNYA RASA CINTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cinta-duit.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ada seorang santri dari Indonesia menuntut ilmu di Rubath Tarim pada zaman Habib Abdullah bin Umar Asy Syathiri. Setelah di sana 4 tahun, santri itu  … <a href="http://cinta-duit.com/2013/03/pentingnya-rasa-cinta/"> Continue reading <span class="meta-nav">&#8594; </span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang santri dari Indonesia menuntut ilmu di Rubath Tarim pada zaman Habib Abdullah bin Umar Asy Syathiri. Setelah di sana 4 tahun, santri itu minta pulang. Dia pamit minta izin pulang kepada Habib Abdullah.</p>
<p>“Habib, saya mau pulang saja.”</p>
<p>“Lho, kenapa?” tanya beliau.</p>
<p>“Bebal otak saya ini. Untuk menghafalkan setengah mati. Tidak pantas saya menuntut ilmu. Saya minta izin mau pulang.”</p>
<p>“Jangan dulu. Sabar.”</p>
<p>“Sudah Bib. Saya sudah empat tahun bersabar. Sudah tidak kuat. Lebih baik saya menikah saja.”</p>
<p>“Sebentar, saya mau mengetes dulu bagaimana kemampuanmu menuntut ilmu.”</p>
<p>“Sudah bib. Saya menghafalkan setengah mati. Tidak hafal-hafal.”</p>
<p>Habib Abdullah kemudian masuk ke kamar, mengambil surat-surat untuk santri itu. Pada masa itu surat-surat dari Indonesia ketika sampai di Tarim tidak langsung diberikan. Surat tersebut tidak akan diberikan kecuali setelah santri itu menuntut ilmu selama 15 tahun. Habib Abdullah menyerahkan seluruh surat itu kepadanya, kecuali satu surat. Setelah diterima, dibacalah surat-surat itu sampai selesai.<br />
Satu surat yang tersisa kemudian diserahkan.</p>
<p>“Ini surat siapa?” tanya Habib.</p>
<p>“Owh, itu surat ibu saya.”</p>
<p>“Bacalah!”</p>
<p>Santri itu menerima surat dengan perasaan senang, kemudian dibacanya sampai selesai. Saat membaca, kadang dia tersenyum sendiri, sesekali diam merenung, dan sesekali dia sedih.</p>
<p>“Sudah kamu baca?” tanya beliau lagi.</p>
<p>“Sudah.”</p>
<p>“Berapa kali?”</p>
<p>“Satu kali.”</p>
<p>“Tutup surat itu! Apa kata ibumu?”</p>
<p>“Ibu saya berkata saya disuruh nyantri yang bener. Bapak sudah membeli mobil baru. Adik saya sudah diterima bekerja di sini, dan lain-lain.” Isi surat yang panjang itu dia berhasil menceritakannya dengan lancar dan lengkap. Tidak ada yang terlewatkan.</p>
<p>“Baca satu kali kok hafal? Katanya bebal gak hafal-hafal. Sekarang sekali baca kok langsung hafal dan bisa menyampaikan.” kata Habib dengan pandangan serius.</p>
<p>Santri itu bingung tidak bisa menjawab. Dia menganggap selama ini dirinya adalah seorang yang bodoh dan tidak punya harapan. Sudah berusaha sekuat tenaga mempelajari ilmu agama, dia merasa gagal. Tetapi membaca surat ibunya satu kali saja, dia langsung paham dan hafal.</p>
<p>Habib Abdullah akhirnya menjelaskan kenapa semua ini bisa terjadi. Beliau mengatakan,</p>
<p>لأنك قرأت رسالة أمك بالفرح فلو قرأت رسالة نبيك بالفرح لحفظت بالسرعة</p>
<p>“Sebab ketika engkau membaca surat dari ibumu itu dengan perasaan gembira. Ini ibumu. Coba jika engkau membaca syariat Nabi Muhammad dengan bahagia dan bangga, ini adalah Nabiku, niscaya engkau sekali baca pasti langsung hafal. ”</p>
<p><img alt="apa-cinta-itu" src="http://www.lirboyo.net/wp-content/uploads/2013/03/apa-cinta-itu1.jpg" width="420" height="336" /></p>
<p>* * *</p>
<p>Banyak saudara-saudara kita (atau malah kita sendiri) yang tanpa sadar mengalami yang dirasakan santri dalam kisah di atas. Jawabannya adalah rasa cinta. Kita tidak menyertakan perasaan itu saat membaca dan mempelajari sesuatu. Sehingga kita merasa diri kita bodoh dan tidak punya harapan sukses.<br />
Banyak orang merasa bodoh dalam pelajaran, tetapi puluhan lagu-lagu cinta hafal di luar kepala. Padahal tidak mengatur waktu khusus untuk menghapalkannya.<br />
Bagi para guru/pengajar, jangan mudah mengkambinghitamkan kemampuan otak siswa dalam lemahnya menerima pelajaran. Mungkin anda tidak berhasil menanamkan VIRUS CINTA di hati mereka.</p>
<p>Kantor Muktamar, 11 Maret 2013 jam 12.27 waktu istiwa’.</p>
<p>*Kisah di atas ditranskrip dari salah satu ceramah Habib Jamal bin Thoha Baagil.</p>
<p>Sumber : Lirboyo.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cinta-duit.com/2013/03/pentingnya-rasa-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INDAHNYA BERBAGI</title>
		<link>http://cinta-duit.com/2013/03/indahnya-berbagi/</link>
		<comments>http://cinta-duit.com/2013/03/indahnya-berbagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 01:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Salim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[indahnya berbagi kebaikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cinta-duit.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[<p>Seorang shahabat Rasulullah pada suatu ketika mendapatkan hadiah sebuah kepala kambing yang telah dimasak. Dia merasa bahwa tetangganya yang bernama Fulan beserta keluarganya lebih membutuhkan  … <a href="http://cinta-duit.com/2013/03/indahnya-berbagi/"> Continue reading <span class="meta-nav">&#8594; </span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang shahabat Rasulullah pada suatu ketika mendapatkan hadiah sebuah kepala kambing yang telah dimasak. Dia merasa bahwa tetangganya yang bernama Fulan beserta keluarganya lebih membutuhkan kepala itu dibandingkan dirinya. Padahal sebenarnya dirinya sendiri juga miskin. Kemudian kepala itu dia kirimkan ke rumah Fulan, tetangganya itu.</p>
<p><img alt="images" src="http://www.lirboyo.net/wp-content/uploads/2013/03/images1.jpeg" width="281" height="180" /></p>
<p>Perasaan bahwa tetangganya dinilai lebih membutuhkan ternyata juga dirasakan oleh Fulan yang menerima kepala kambing tersebut. Orang lain yang menerimapun juga punya perasaan yang sama. Sehingga kepala kambing tersebut berpindah tangan hingga tujuh kali dari rumah ke rumah. Akhirnya kepala itu kembali kepada shahabat yang pertama kali menerimanya. Subhanallah.</p>
<p>* * * * *</p>
<p>Beberapa shahabat Rasulullah menderita luka hebat saat perang Yarmuk. Semua hampir mendekati ajal. Semua merasakan rasa haus yang luar biasa. Dalam kondisi semacam itu, ada satu shahabat yang membawa air minum dalam sebuah kantung kecil. Saat salah satunya diberi kantung air itu, sambil menunjuk ke arah temannya dia berkata, “Berikan saja kepada dia!”</p>
<p>Kantung air tersebut lantas diberikan kepada orang yang dimaksud. Ternyata dia juga mengatakan hal yang sama. Sambil menunjuk ke teman yang lain, ia berkata “Berikan saja kepada dia!”</p>
<p>Demikian terjadi berulang kali, sehingga semua shahabat yang terluka itu wafat, tanpa ada satupun yang meminum air.</p>
<p>* * * * *</p>
<p>Suatu saat Rasulullah kedatangan seorang tamu. Diajaklah tamu tersebut ke rumah salah seorang istri beliau agar bisa dijamu selayaknya. Namun istri Rasulullah mengatakan, “Kami hanya memiliki air putih.”</p>
<p>Rasulullah kemudian berkata kepada para shahabatnya, “Barang siapa yang memuliakan tamuku ini, dia akan mendapatkan surga.”</p>
<p>Seorang laki-laki tanpa pikir panjang dengan tegas menjawab, “Saya.”</p>
<p>Diajaklah tamu Rasulallah itu ke rumah. Sesampainya di rumah dia berkata kepada istrinya, “Muliakanlah tamu Rasulullah!”</p>
<p>“Kita tidak punya makanan kecuali makanan untuk anak kita.”</p>
<p>“Siapkan makanan itu, pura-puralah meperbaiki lentera dan tidurkanlah anak-anak kita!”</p>
<p>Pada saat malam tiba, tamu Rasulullah itu diajak ke meja makan. Setelah makanan dihidangkan, istri shahabat itu mendekati lentera, berpura-pura memperbaikinya, kemudian memadamkannya. Itu semua dilakukan agar tamu itu merasa nyaman memakan hidangan itu sendirian. Karena makanan yang tersisa hanya untuk porsi satu orang.</p>
<p>Tamu itu menikmati makanan itu sendiri. Dalam kegelapan, diia merasa tuan rumah juga ikut makan.</p>
<p>Saat keesokan harinya shahabat itu menghadap Rasulullah, dia disambut dengan senyuman. Rasulullah berkata, “Allah ridha dengan yang kalian lakukan berdua tadi malam.” Kemudian turunlah surat Al Hasyr ayat 9 yang isinya memuji sikap para shahabat Rasulullah tersebut.</p>
<p>وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ</p>
<p>“Mereka mendahulukan orang lain atas diri mereka, meskipun mereka sendiri dalam keadaan kekurangan.”</p>
<p>*Kisah ini layak kembali kita renungkan, di tengah gelombang sikap egoisme dan mementingkan diri sendiri mulai mempengaruhi masyarakat kita. Kita masih terlalu sering bersikap pragmatis dengan mempertimbangkan untung rugi dari setiap pengorbanan yang kita lakukan. “Jika saya memberi, saya akan kekurangan. Bagaimana mengatasinya?”</p>
<p><img alt="" src="http://cinta-duit.com/wp-content/uploads/2012/12/bannergra-tis.gif" /></p>
<p>INGAT! Bahagia itu bukan saat kita bisa memiliki segalanya, melainkan saat kita bisa memberi apa yang kita miliki untuk orang lain.<br />
Sumber : http://www.lirboyo.net/?p=3208</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cinta-duit.com/2013/03/indahnya-berbagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ka’bah Sebagai Pusat Bumi</title>
		<link>http://cinta-duit.com/2013/03/kabah-sebagai-pusat-bumi/</link>
		<comments>http://cinta-duit.com/2013/03/kabah-sebagai-pusat-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2013 01:33:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Salim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ka’bah Sebagai Pusat Bumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cinta-duit.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[<strong>Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong  … <a href="http://cinta-duit.com/2013/03/kabah-sebagai-pusat-bumi/"> Continue reading <span class="meta-nav">&#8594; </span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<address><strong>Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ???”</strong></address>
<address> </address>
<address> </address>
<address><strong>Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.</strong></address>
<address><strong>Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.</strong></address>
<address><strong>Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.</strong></address>
<address> </address>
<address> </address>
<address><strong>Itulah sebabnya kenapa jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.</strong></address>
<address><strong>Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.</strong></address>
<address><strong>Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) “</strong></address>
<address><strong>Begitu banyak perbedaan penentuan waktu ibadah yang kerap terjadi di Indonesia, menggugah pertanyaan hati untuk mencari tahu lebih dalam,… Ka’bah sebagai pusat energi terbesar di dunia ternyata juga merupakan pusat bumi kita, Subhanallah. Wallahualam.</strong></address>
<address><strong>Umat Islam Dihimbau Beralih ke Waktu Makkah, Menggantikan Waktu Greenwich</strong><b><br />
<strong>Sejumlah pakar Islam di bidang geologi dan ilmu syariah mulai mengkampanyekan persamaan waktu dunia dengan merujuk waktu Makkah al Mukarramah. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengganti persamaan waktu Greenwich yang selama ini digunakan banyak penduduk dunia. Karena menurut sejumlah kajian ilmiah, Makkah-lah yang menjadi pusat bumi. Persoalan ini mencuat dalam Konferensi Ilmiah bertajuk Makkah Sebagai Pusat Bumi, antara Teori dan Praktek.</strong></b></address>
<p><strong></strong><b><br />
<strong>Konferensi yang diselenggarakan di ibukota Qatar, Dhoha pada Sabtu (19/4), menyimpulkan tentang acuan waktu Islam berdasarkan kajian ilmiah yakni Makkah, dan menyerukan umat Islam agar mengganti acuan waktu dunia yang selama ini merujuk pada Greenwich. Makkah Mukarramah dinyatakan sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia, dan di sekeliling Ka`bah yang ada di Makkah, berkeliling kaum muslimin yang melakukan Thawaf dari kiri ke kanan, ke balikan dari acuan waktu Greenwich dari kanan ke kiri.</strong><br />
<strong>Dalam konferensi yang juga dihadiri oleh Syaikh DR. Yusuf Al-Qaradhawi dan juga sejumlah pakar geologi Mesir seperti DR. Zaglul Najjar yang juga dosen ilmu bumi di Wales University di Inggris serta Ir Yaseen Shaok, seorang saintis yang mempelopori jam Makkah.</strong><br />
<strong>DR. Qaradhawi dalam kesempatan itu menyampaikan dukungannya agar umat Islam dan juga dunia menggunakan acuan waktu ke Makkah sebagai acuan waktu yang sejati, karena Makkah adalah pusat bumi.</strong><br />
<strong>Dalam sambutannya di awal konferensi ini, ia menjelaskan juga mengapa Makkah dipilih sebagai pusat bagi bumi dan kenapa Allah SWT menjadikan Baitul Haram sebagai kiblat bagi umat Islam. Qaradhawi yang juga ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional itu mengatakan, “Kami menyambut kajian ilmiah dengan hasil yang menegaskan kemuliaan kiblat umat Islam. Meneguhkan lagi teori bahwa Makkah merupakan pusat bumi adalah sama dengan penegasan jati diri ke-Islaman dan menopang kemuliaan umat Islam atas agama, umat dan peradabannya” . DR. Qaradhawi juga menyampaikan bahwa tidak ada pertentangan dalam Islam antara ilmu dan agama sebagaimana yang terjadi di agama dan peradaban lain.</strong><br />
<strong>Terkait Makkah sebagai pusat bumi, DR. Zaglul Najjar mengatakan bahwa hal itu memang benar berdasarkan penelitian saintifik yang dilakukan oleh DR. Husain Kamaluddin bahwa ternyata Makkah Mukarramah memang menjadi titik pusat bumi. Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh The Egyptian Scholars of The Sun and Space Research Center yang berpusat di Kairo itu, melukiskan peta dunia baru, yang dapat menunjukkan arah Makkah dari kota-kota lain di dunia. Dengan menggunakan perkiraan matematik dan kaidah yang disebut “spherical triangle” Prof. Husein menyimpulkan kedudukan Makkah betul-betul berada di tengah-tengah daratan bumi. Sekaligus membuktikan bahwa bumi ini berkembang dari Makkah. (na-str/iol)</strong></b></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cinta-duit.com/2013/03/kabah-sebagai-pusat-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muhammad Sang Idola</title>
		<link>http://cinta-duit.com/2013/03/muhammad-sang-idola/</link>
		<comments>http://cinta-duit.com/2013/03/muhammad-sang-idola/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Mar 2013 01:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Salim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Usaha]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Rasul Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad sebagai Idola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cinta-duit.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ada ungkapan, tak kenal maka tak sayang , tak sayang maka tak cinta. Supaya kita lebih mencintai dan meneladani Rasulullah cara yang paling baik dengan  … <a href="http://cinta-duit.com/2013/03/muhammad-sang-idola/"> Continue reading <span class="meta-nav">&#8594; </span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ada ungkapan, tak kenal maka tak sayang , tak sayang  maka tak cinta. Supaya kita lebih mencintai dan meneladani Rasulullah cara yang paling baik dengan lebih mengenal Beliau. Tulisan singkat ini hanya sebagai penyegaran ingatan tentang suri teladan Beliau. Kalau ingin lebih lengkap cari Buku/Kitab tentang sejarah Beliau . Di Al Qur’an dan Terjemahannya Departeman Agama di bagian Muqadimah juga ada sejarah singkat beliau.<br />
Sekilas ingatan saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw adalah Beliau lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal di tahun Gajah. Beliau lahir dalam keadaan sudah yatim, usia 6 tahun menjadi yatim piatu. Hanya dua tahun Beliau diasuh Abdul Muththalib , Kakek Beliau juga wafat. Kemudian Muhammad diasuh pamanda, Abu Thalib . Muhammad yang dilahirkan dan dibesarkan dalam kesederhanaa danbahkan keprihatinan telah menjadikan Beliau sebagai pribadi tangguh dan unggul. Sebelum Beliau dangkat Allah sebagai rasul sudah terkenal sebagai pengusaha sukses juga sudah mendapat gelar Al Amin , orang yang terpercaya.<br />
Muhammad lahir dan besar yang terkenal dengan  jaman jahiliyah yang berarti jaman kebodohan walaupun masyarakat Quraisy saat itu maju perdagangannya juga bidang sastranya.Bodoh karena pikiran ,perilaku dan keyakinannya tapi tidak sesuai dengan fithrah manusia dan sudah tak mengikuti petunjuk Tuhan Pencipta. Misalnya mereka menyembah berhala-berhala buatan manusia dan bayi perempuan lahir lansung dikubur hidup-hidup.<br />
Sekarang kita hidup di era moderen dengan kemajuan Iptek yang luar biasa tapi kita sekarang juga memasuki era baru jahiliyah moderen. Di rubrik Cahaya Hati Majalah Mimbar Pembangunan Agama no 293 mngutip JP -291110 data Kemenkes pada pertengahan 2010 ,menunjukkan bahwa pengguna narkoba di Indonesia mencapai 3,2 juta jiwa. Sebanyak 75 % atau sekitar 2,5 juta justru dari kalangan remaja. Tingkat kehamilan di luar nikah juga cukup tinggi 17 % setiap tahunnya. Sebagian dari mereka bermuara pada aborsi . Grafik aborsi juga lumayan tinggi , dengan jumlah rata-rata pertahunnya sebanyak 2,4 juta jiwa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cinta-duit.com/2013/03/muhammad-sang-idola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar kepada Sahabat Kelola Duit</title>
		<link>http://cinta-duit.com/2013/03/belajar-kepada-sahabat-kelola-duit/</link>
		<comments>http://cinta-duit.com/2013/03/belajar-kepada-sahabat-kelola-duit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Mar 2013 01:41:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Salim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Usaha]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar kepada sahabat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya duit kaya hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cinta-duit.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[<p>Rasullullah Muhammad SAW telah sukses mendidik para sahabat sebagai orang-orang yang berakhlak tinggi , tidak berbuat semena-mena dan menjadi rahmatal lil’alamin. Satu kisah yang sangat  … <a href="http://cinta-duit.com/2013/03/belajar-kepada-sahabat-kelola-duit/"> Continue reading <span class="meta-nav">&#8594; </span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Rasullullah Muhammad SAW telah sukses mendidik para sahabat sebagai orang-orang yang berakhlak tinggi , tidak berbuat semena-mena dan menjadi rahmatal lil’alamin. Satu kisah yang sangat menarik terjadi pada masa Kehalifahan Umar bin Khattab r.a. Pada suatu hari Amirul Mukminin ingin mengetahui tingkah laku dan sifat yang dimiliki oleh dua orang sahabatnya. Dua orang sahabat ini adalah orang-orang pilihan yang senantiasa menghadiri majelis Rasullullah SAW . Keutamaan keduanya telah diketahui oleh masyarakat Madinah secara umum.  Dua orang ini adalah Ubaidah bin Jarrah r.a. dan Muaz bin Jabal r.a..</p>
<p>Kisah bermula dari duit sejumlah 400 dinar yang dimiliki oleh Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a. dan diberikan kepada Ubidah bin Jarrah r.a. Sahabat melihat ada duit yang begitu banyak di dalam rumahnya maka Ubaidah bin Jarrah memerintahkan pelayannya untuk membawa uang itu. Pelayan itu membagikan kepada setiap orang masing-masing 6 atau 7dinar. Tidak ada sisa sedinar pun di kantong yang dipakai untuk membungkus duit itu sebelumnya. Pelayan dari Ubaidah bin Jarrah r.a. pulang dalam keadaan kosong tak mebawa sedinar pun.</p>
<p>Kemudian tak berapa lama Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a. memerintahkan agar duit yang sekantong lagi berisi 400 dinar agar diberikan kepada Muaz bin Jabal r.a. Sesaat setelah melihat kantong penuh berisi dinar maka Muaz bin Jabal memerintahkan kepada pelayannya untuk membawa duit itu keluar rumah dan dibagibagikan kepada kaum fakir miskin dan orang yang sangat membutuhkan. Semua mendapat bagian yang adil, sang pelayan hanya menyiskan duit 2 dinar untuk keperluan makan dan hidup sekedarnya. </p>
<p>Amirul Mukminin melihat kejadian ini merasa bahwa sungguh beruntung dirinya masih hidup di tengah-tengah orang yang zuhud dan tidak terlena oleh nikmat dunia. Khalifah Umar bin Khattab r.a. kemudian bekata, “Sungguh di antara mereka telah menjadi saudara bagi sebagian yang lain.”  Wallahua’lam.<br />
Sumber : Hikmah Lembar Jum’at Ikadi Kota Kediri, Edisi 26 /18 Jumadil Awal 1432 H. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cinta-duit.com/2013/03/belajar-kepada-sahabat-kelola-duit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

 Served from: cinta-duit.com @ 2013-05-18 16:25:35 by W3 Total Cache -->